Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, April 19
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»RAGAM»Keluarga Pasien Rs. Wahidin Sudiro Husodo Nyaris Korban Penipuan “Pakappala Tallang”
RAGAM

Keluarga Pasien Rs. Wahidin Sudiro Husodo Nyaris Korban Penipuan “Pakappala Tallang”

Indotim NewsBy Indotim NewsMei 22, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

 MAKASSAR – Bagi warga pendatang yang sedang mendampingi keluarga berobat di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, kewaspadaan menjadi hal mutlak.

Di balik hiruk-pikuk deretan toko makanan dan lalu lintas padat di Jalan Perintis Kemerdekaan, ancaman kejahatan jalanan mengintai tanpa pandang bulu.

Salah satu modus yang kembali mencuat di tengah masyarakat adalah penipuan “Pakappala Tallang” istilah lokal untuk tipu daya berantai yang mengelabui korban hingga terbujuk mengikuti ajakan pelaku.

HYL (35), seorang pria asal Kolaka, Sulawesi Tenggara, menjadi salah satu yang nyaris terjerat.

Ia datang ke Makassar untuk mendampingi anaknya yang sedang menjalani pengobatan rujukan di RS Wahidin. Rabu sore, (20/5/25), HYL berniat keluar sejenak dari area rumah sakit untuk membeli makanan.

Namun langkahnya terhenti saat seorang pria tak dikenal menyapanya.

“Pria itu mengaku dari Malaysia dan bilang ingin ditemani membeli barang elektronik. Katanya dia tidak begitu paham jalanan di Makassar,” papar HYL saat ditemui di lingkungan rumah sakit.

Belum sempat menolak, datang pria lain yang seolah kebetulan lewat dan menawarkan diri untuk membantu mencarikan toko elektronik.

Situasi pun berkembang cepat. Dalam hitungan menit, perbincangan ringan berubah menjadi jebakan yang nyaris membawanya dalam pusaran kejahatan.

“Saya seperti terbujuk begitu saja. Diajak ngobrol, lalu lengan saya sempat ditepuk dua kali. Entah kenapa, saya nurut dan ikut masuk ke dalam mobil mereka, Toyota Avanza warna gelap,” ujarnya dengan nada masih tampak cemas.

Mobil melaju keluar dari lingkungan rumah sakit, namun saat keluar area rumahsakit, kemacetan parah di Jalan Perintis Kemerdekaan justru menjadi penyelamat.

Di tengah kepadatan lalu lintas, kesadaran HYL kembali pulih. Ia memutuskan untuk nekat membuka pintu dan melompat keluar dari mobil.

“Saya gemetar. Tapi begitu sadar, saya langsung turun dan lari kembali ke dalam rumah sakit. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa,” ucapnya.

Meski lolos dari potensi kejahatan, HYL mengaku tidak melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Ia beralasan belum mengalami kerugian materiil serta tidak tahu lokasi kantor polisi terdekat.

Kisah yang dialami HYL bukan kali pertama terjadi. Modus “Pakappala Tallang” telah lama dikenal di kalangan warga Makassar, khususnya di sekitar area strategis seperti rumah sakit dan terminal.

Pola yang digunakan nyaris serupa: pelaku berpura-pura bingung, bersikap ramah, dan melibatkan “orang ketiga” untuk menambah kesan alami—sebelum akhirnya membawa korban menjauh dari keramaian.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, terutama warga pendatang yang rentan dijadikan target.

Pihak kepolisianpun diharap untuk meningkatkan kontrol atau patroli wilayah di area rawan kejahatan.

Masyarakat juga  diimbau untuk lebih waspada terhadap ajakan orang tak dikenal, serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan ke pihak keamanan rumah sakit atau kepolisian terdekat. (*)

 

 

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026

ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)

April 18, 2026

ANALISIS: Menggagas Penegakan Tipikor, Potong Rantai Mafia Solar. Benarkah tak Ada Ruang Bagi Pelaku Kejahatan di Sulsel? (Bag.113)

April 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026

ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)

April 18, 2026

Semarak Kebersamaan di Balik Tembok: Porseni HBP ke-62 Resmi Dibuka di Lapas Perempuan Sungguminasa

April 18, 2026

Menata diri dengan Iman, Warga Binaan Rutan Makassar Aktif Ikuti Pengajian

April 18, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026
Berita Terbaru
  • Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah
  • ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)
  • Semarak Kebersamaan di Balik Tembok: Porseni HBP ke-62 Resmi Dibuka di Lapas Perempuan Sungguminasa
  • Menata diri dengan Iman, Warga Binaan Rutan Makassar Aktif Ikuti Pengajian
  • Apel Pagi Dirangkaikan Pelepasan Pejabat, Lapas Maros Beri Penghargaan atas Pengabdian dan Dedikasi
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.