Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, April 19
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»RAGAM»OPINI»Kontroversi “Ndasmu”, Sang Pengkritik
OPINI

Kontroversi “Ndasmu”, Sang Pengkritik

Indotim NewsBy Indotim NewsFebruari 17, 2025Updated:Februari 18, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

Oleh: Petta Lamarupe’ 

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah mengumbar kata “ndasmu” dalam pidatonya pada acara HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor⁾.

Kata tersebut diucapkan sebagai tanggapan terhadap kritik yang menyebutkan kabinetnya terlalu gemuk dan besar.

Meskipun Prabowo kemudian meminta maaf atas penggunaan kata tersebut, ucapan tersebut sudah banyak dibicarakan di media sosial dan dianggap kurang pantas oleh banyak pihak.

Kata “ndasmu” dalam bahasa Jawa memiliki arti yang sedikit kasar dan biasanya digunakan untuk menyebut kepala hewan.

Penggunaan kata ini oleh seorang pemimpin tinggi seperti Presiden Prabowo menimbulkan reaksi yang beragam, dari yang tertawa hingga yang merasa malu.

Beberapa tokoh masyarakat dan pengamat politik menganggap bahwa kata-kata tersebut mencerminkan kurangnya kesopanan dan profesionalisme dalam berkomunikasi.

Perkembangan ini menunjukkan pentingnya etika dan kesopanan dalam berbicara, terutama bagi pemimpin yang dianggap sebagai teladan bagi masyarakat.

Meskipun Prabowo sudah meminta maaf, isu ini tetap menjadi topik perbincangan hangat dan menggambarkan tantangan dalam menjaga citra positif di mata publik.

Sekedar mengingatkan, kepemimpinan yang sejati bukan hanya diukur dari kemampuan untuk memimpin, tetapi juga dari kepekaan dan cinta terhadap rakyat.

Ketika seorang pemimpin dengan mudah mengumbar kata-kata yang tak layak diumbar seorang pemimpin, seperti “ndasmu,” itu mencerminkan sikap yang jauh dari rasa cinta dan empati terhadap rakyat.

Sikap seperti ini tidak hanya merusak citra kepemimpinan, tetapi juga menimbulkan ketidakpercayaan dan rasa tidak hormat dari masyarakat yang dipimpin.

Kata-kata tersebut tidak pantas diperdendangkan dari seorang pemimpin, dapat memperburuk hubungan antara pemerintah dan rakyat, serta menciptakan suasana yang tidak kondusif untuk pembangunan dan kemajuan bersama.

Perilaku seorang pemimpin yang enggan menerima kritik dan malah merespons dengan kata-kata seperti “ndasmu” menunjukkan kurangnya kesiapan untuk mendengar aspirasi rakyat.

Kepemimpinan yang baik seharusnya terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bahan introspeksi dan perbaikan, bukan nyeleneh mengumbar kata-kata yang menyakitkan telinga rakyat. (*)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026

ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)

April 18, 2026

ANALISIS: Menggagas Penegakan Tipikor, Potong Rantai Mafia Solar. Benarkah tak Ada Ruang Bagi Pelaku Kejahatan di Sulsel? (Bag.113)

April 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026

ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)

April 18, 2026

Semarak Kebersamaan di Balik Tembok: Porseni HBP ke-62 Resmi Dibuka di Lapas Perempuan Sungguminasa

April 18, 2026

Menata diri dengan Iman, Warga Binaan Rutan Makassar Aktif Ikuti Pengajian

April 18, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026
Berita Terbaru
  • Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah
  • ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)
  • Semarak Kebersamaan di Balik Tembok: Porseni HBP ke-62 Resmi Dibuka di Lapas Perempuan Sungguminasa
  • Menata diri dengan Iman, Warga Binaan Rutan Makassar Aktif Ikuti Pengajian
  • Apel Pagi Dirangkaikan Pelepasan Pejabat, Lapas Maros Beri Penghargaan atas Pengabdian dan Dedikasi
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.