Gowa – “Mintalah pertolongan kepada Allah melalui sabar dan salat. Ketika senang kita bersyukur, dan ketika menghadapi ujian kita bersabar.” Pesan mendalam tersebut menjadi inti tausiyah dalam kegiatan penyuluhan agama Islam rutin yang kembali digelar bagi warga binaan pemasyarakatan, Senin (02/11/2026).
Mengangkat tema “Nikmat Hidayah”, Penyuluh Agama dari Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Muttadir, S.Pd.I., mengajak Warga Binaan untuk terus menjaga kewajiban salat lima waktu sebagai perintah langsung dari Allah SWT sekaligus jalan utama menjemput hidayah-Nya. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa rasa syukur akan mendatangkan tambahan nikmat hidup, sementara sabar dan salat merupakan benteng terbaik saat seseorang berhadapan dengan persoalan maupun masa-masa sulit. Rasa keterikatan hati kepada Sang Pencipta—hanya kepada-Nya menyembah dan memohon pertolongan—harus senantiasa dijaga, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.
Pesan-pesan keagamaan ini menjadi bagian penting dalam mendukung program pembinaan kepribadian yang terus berjalan. Melalui penanaman nilai sabar, salat, dan syukur, warga binaan dibimbing untuk memperkuat ketahanan mental, menata ketenangan batin selama menjalani masa pidana, serta membangun kesiapan moral agar mampu menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.
Kegiatan rutin hasil kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Gowa ini diikuti dengan khusyuk oleh warga binaan dari blok Anggrek, Bougenville, dan Flamboyan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan khidmat. (*)

