Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, April 18
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»Featured»Miris! SDN 240 Muarasipongi Terabaikan, Mahasiswi Unri Suarakan Kegelisahan Rakyat Kecil
Featured

Miris! SDN 240 Muarasipongi Terabaikan, Mahasiswi Unri Suarakan Kegelisahan Rakyat Kecil

Indotim NewsBy Indotim NewsJuni 15, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

MANDAILING NATAL– Di sebuah desa kecil bernama Bandar Panjang Tuo, Kecamatan Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, berdiri sebuah bangunan sekolah yang kini hanya menjadi bayangan dari fungsinya sebagai tempat menimba ilmu. SD Negeri 240 sekolah dasar yang seharusnya menjadi cahaya bagi masa depan anak-anak desa—kini menghadirkan pemandangan yang memprihatinkan.

Atap sekolah yang bocor, dinding yang lapuk, sekat ruangan yang nyaris ambruk, dan kantor guru yang sudah tidak layak pakai, menjadi saksi bisu lemahnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan di wilayah terpencil. Fasilitas pembelajaran pun tak jauh berbeda, jauh dari kata layak. Keamanan dan kenyamanan para siswa dan guru pun kini dipertaruhkan setiap hari.

Kondisi inilah yang mendorong Fajdrina Raudatul Jannah, seorang mahasiswi Universitas Riau (Unri) sekaligus Staf Humas IMA Madina Pekanbaru, angkat suara. Dengan lantang, Fajdrina mengkritik lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani kerusakan berat di sekolah tersebut.

“Saya sangat menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal yang terkesan abai terhadap persoalan pendidikan, khususnya di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan. Kondisi SDN 240 ini adalah cerminan dari lemahnya perhatian pemerintah terhadap hak dasar anak-anak di daerah terpencil,” ucap Fajdrina, Sabtu (14/6).

Bagi Fajdrina, kerusakan ini bukan hal baru. Sudah sejak lama kondisi tersebut dikeluhkan oleh masyarakat. Namun, tidak ada tindakan nyata yang dilakukan. Ia pun mendesak agar Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah turun tangan, bukan sekadar menyampaikan janji-janji kosong atau retorika belaka.

Keresahan itu rupanya juga dirasakan oleh seorang alumni SDN 240. Ia turut menyuarakan harapan yang sama agar pemerintah benar-benar hadir dan tidak hanya berhenti pada wacana. Ia memberikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPRD Mandailing Natal, Indah Annisa, serta Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut, H. Aswin Parinduri, yang disebut telah menunjukkan niat untuk membangun kembali sekolah tersebut.

“Adik-adik kami di sini adalah masa depan desa. Mereka butuh fasilitas yang memadai. Tidak perlu mewah, tapi layak dan aman. Semoga rencana pembangunan benar-benar direalisasikan, bukan sekadar wacana,” katanya penuh harap.

Namun, harapan itu akan tetap menjadi angan jika pemerintah terus gagal merespons dengan cepat. Minimnya langkah konkret dari pihak terkait menandakan adanya pola pembiaran yang sistemik.

Suara masyarakat, aktivis, hingga alumni sekolah tak kunjung ditanggapi secara serius. Di sinilah pertanyaan besar muncul: apakah kemauan politik pemerintah daerah benar-benar ada?

Masyarakat Bandar Panjang Tuo telah terlalu sering disuguhi janji-janji manis, kunjungan-kunjungan seremonial, dan pidato penuh harapan yang tidak berbuah tindakan.

Kini, mereka tidak lagi butuh basa-basi. Yang dibutuhkan adalah langkah nyata dan solusi jangka panjang untuk menyelamatkan masa depan pendidikan anak-anak mereka.

Sebab jika kondisi SDN 240 terus dibiarkan seperti sekarang, yang runtuh bukan hanya bangunan sekolah. Yang hancur adalah kepercayaan rakyat terhadap negara dan pemerintahnya. Dan dari reruntuhan itu, lahirlah kegelisahan yang mungkin tak lagi bisa dibungkam.

Reporter: Magrifatulloh

 

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026

ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)

April 18, 2026

ANALISIS: Menggagas Penegakan Tipikor, Potong Rantai Mafia Solar. Benarkah tak Ada Ruang Bagi Pelaku Kejahatan di Sulsel? (Bag.113)

April 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026

ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)

April 18, 2026

Semarak Kebersamaan di Balik Tembok: Porseni HBP ke-62 Resmi Dibuka di Lapas Perempuan Sungguminasa

April 18, 2026

Menata diri dengan Iman, Warga Binaan Rutan Makassar Aktif Ikuti Pengajian

April 18, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026
Berita Terbaru
  • Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah
  • ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)
  • Semarak Kebersamaan di Balik Tembok: Porseni HBP ke-62 Resmi Dibuka di Lapas Perempuan Sungguminasa
  • Menata diri dengan Iman, Warga Binaan Rutan Makassar Aktif Ikuti Pengajian
  • Apel Pagi Dirangkaikan Pelepasan Pejabat, Lapas Maros Beri Penghargaan atas Pengabdian dan Dedikasi
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.