MAKASSAR– Sebanyak 847 tersangka pelaku kriminal diamankan Polda Sulsel dari berbagai kasus kejahatan selama pelaksanaan Operasi Pekat Lipu 2024.
Operasi Pekat Lipu 2024 ini berlangsung selama 20 hari, mulai dari 8 Juli hingga 27 Juli 2014.
Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Nasri Sulaeman dalam rilisnya di Mapolda Sulsel, Selasa (30/7) mengatakan, kejahatan alami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2023 dengan hanya 490 orang.
” 847 orang yang diamankan, 63 orang masih anak-anak dan 33 diantaranya masih berstatus pelajar,” terang Wakapolda Sulsel.
Dijelaskan, dominasi dari anak-anak ini terlibat kasus pembusuran.
Sementara kasus yang paling banyak diungkap yakni Minuman Keras (Miras) 194 kasus, pencurian biasa 76 kasus. Kejahatan Senjata Tajam (Sajam) 38 kasus, Judi 45 kasus, Aniaya 39 kasus, Aniaya Berat 2 kasus. Premanisme 39 kasus, Prostitusi 36 kasus.
Nasri mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggal, sekolah dan kantor guna mencegah terjadinya kejahatan.
“Selalu waspada, jangan tinggalkan barang berharga dalam mobil atau motor. Pastikan rumah dalam keadaan terkunci saat bepergian,”Imbaunya.
Dia juga berpesan apabila ada hal-hal yang mencurigakan atau dianggap berbahaya, segera hubungi kepolisian terdekat.
“Diimbau kepada pemilik gedung dan rumah upayakan untuk memasang CCTV,”pungkasnya.
Sebagai informasi, operasi Pekat Lipu 2024 ini dilakukan dalam rangka mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Pada Sulse

