Gowa — Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa kembali menyelenggarakan *Kegiatan Rehabilitasi Sosial* bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Senin, 28 Juli 2025, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam mendukung pemulihan dan reintegrasi sosial bagi WBP yang tengah mengikuti program rehabilitasi.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan morning meeting yang dipandu langsung oleh peserta rehabilitasi. Sesi pembuka ini menjadi wadah bagi peserta untuk saling menyemangati, membangun disiplin, serta memperkuat solidaritas dalam komunitas rehabilitasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan seminar bertema Pemulihan Adiksi” yang dibawakan oleh Sister Anti, seorang konselor dari Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI), didampingi oleh tim Petugas Rehabilitasi Lapas. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mendalam tentang adiksi, dinamika proses pemulihan, serta strategi menghadapi situasi-situasi pemicu. Peserta juga diberikan tugas tertulis sebagai refleksi atas materi yang telah dipelajari.
Kegiatan ditutup dengan sesi *wrap up*, di mana peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan, pesan, dan pelajaran yang mereka peroleh sepanjang sesi hari itu. Sesi ini memberikan ruang refleksi personal yang mendukung proses pemulihan secara emosional dan psikologis.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Yohani Widayati, menyampaikan apresiasi atas semangat peserta dalam mengikuti program ini.
“Rehabilitasi sosial bukan hanya soal bebas dari ketergantungan, tapi juga tentang menumbuhkan kesadaran diri dan komitmen untuk berubah menjadi lebih baik. Kami akan terus mendampingi proses ini secara berkelanjutan,” ujar Yohani.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik (Binadik), Santy Sastriawati turut menyampaikan optimisnya terhadap kegiatan ini.
“Kegiatan hari ini menunjukkan bahwa pendekatan yang terstruktur dan menyentuh aspek psikologis mampu memberi dampak positif terhadap pola pikir dan perilaku peserta. Kami optimis mereka bisa melalui proses ini dengan hasil yang signifikan.” pungkasnya.
Seluruh kegiatan berjalan dengan lancar, partisipatif, dan membawa dampak positif dalam penguatan proses pemulihan. Melalui kombinasi antara edukasi, refleksi, dan keterlibatan aktif, kegiatan rehabilitasi di Lapas Perempuan Sungguminasa terus menjadi ruang yang transformatif bagi para peserta.

