Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, Agustus 22
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»DAERAH»Soal Kematian Restina Tija Diperdebatkan, Keluarga dan Aktivis Desak Polri Turun Tangan
DAERAH

Soal Kematian Restina Tija Diperdebatkan, Keluarga dan Aktivis Desak Polri Turun Tangan

Indotim NewsBy Indotim NewsApril 4, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

MANGGARAI– Proses penyelidikan kasus kematian Restina Tija oleh Polres Kabupaten Manggarai yang belum menemui titik terang menuai sorotan dari berbagai kalangan.
Berdasarkan kronologi kejadian, Restina Tija hilang dari kampung halamannya sejak 28 Agustus 2025 tanpa kabar.

Beberapa hari sebelumnya, ia mengirim pesan WhatsApp ke keluarga menggunakan nomor baru, menyatakan rencana pergi ke Papua menyusul suaminya. Pesan itu ditulis tergesa-gesa dengan campuran bahasa Manggarai dan Indonesia, seolah mencerminkan situasi tekanan atau tidak normal.

Pada 19 September 2025, jenazah korban ditemukan tak bernyawa di wilayah Satarmese Barat. Keluarga mengidentifikasinya di RSUD Ruteng berdasarkan pakaian seperti  celana panjang hitam, sweater hitam, dan sandal abu-abu. Namun, ponsel korban tidak ditemukan di lokasi.

Jenazah dimakamkan di kampung halamannya pada 20 September 2025.

Keluarga yang curiga dengan penyebab kematian mendatangi Polres Manggarai untuk meminta autopsi. Permintaan itu direalisasi pada 26 November 2025 dengan melibatkan dokter forensik, tetapi hasilnya hingga kini belum disampaikan.

Menyikapi kelambatan ini, Ketua Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD), Jimi Saputra, angkat bicara.

Saat ditemui media di Ruteng, Kamis (2/4/2026), ia menilai penanganan Polres Manggarai menunjukkan ketidakprofesionalan aparat terhadap laporan warga.

“Kematian Restina tidak wajar. Tubuhnya ditemukan tidak utuh: kepala terpisah sekitar 1,5 meter dari badan, sebagian organ hilang, luka berat mengindikasikan kekerasan, dan di sekitar jasad ada sebilah pisau yang menguatkan dugaan tindak kriminal brutal,” tegas Jimi.

Menurutnya, rentetan bukti itu mendorong keluarga melapor, tetapi kelambatan polisi justru melukai hati mereka lebih dalam. Lebih dari enam bulan berlalu, belum ada kejelasan soal tersangka, penyebab kematian, atau hasil autopsi.

Jimi mendesak Mabes Polri, Polda NTT, Pemda Kabupaten Manggarai, dan DPRD setempat segera turun tangan.

“Negara wajib hadir, bertanggung jawab atas nyawa warga, serta berikan kepastian hukum dan keadilan,” katanya.

“Kami minta Kapolri dan Polda NTT tangani secara tuntas, evaluasi, serta pecat oknum tidak profesional,” pungkasnya. (Rls)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekatan

Agustus 18, 2026

KOLOM: Percepatan RUU Perampasan Aset, Partisipasi Publik Vs Tekanan Politik? 

Agustus 18, 2026

Aktivis Desak Klarifikasi Setelah Korwil SPPG Pinrang Diduga Jabat Kepala Dapur Sidrap

Agustus 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Peringati HUT RI ke-81, 263 Warga Binaan Lapas Perempuan Sungguminasa Terima Remisi Kemerdekaan

Agustus 20, 2026

GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekatan

Agustus 18, 2026

APAK dan GRH Desak IAS Ambil Sikap Tegas Demi Menjaga Marwah Partai Golkar dan Kepercayaan Publik

Agustus 18, 2026

KOLOM: Percepatan RUU Perampasan Aset, Partisipasi Publik Vs Tekanan Politik? 

Agustus 18, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Kapan Pembangunan Pertanian di Camba Bisa Tersentuh Pemkab Maros ?

Agustus 2, 2014
Berita Terbaru
  • Peringati HUT RI ke-81, 263 Warga Binaan Lapas Perempuan Sungguminasa Terima Remisi Kemerdekaan
  • GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekatan
  • APAK dan GRH Desak IAS Ambil Sikap Tegas Demi Menjaga Marwah Partai Golkar dan Kepercayaan Publik
  • KOLOM: Percepatan RUU Perampasan Aset, Partisipasi Publik Vs Tekanan Politik? 
  • Lapas Maros Ikuti Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.