Makassar– Untuk membantu meningkatkan kualitas pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam upaya kajian resiko terkait iklim sebagai bagian dari
proses perencanaan perkotaan dan pembangunan perkotaan yang
mempertimbangkan faktor risiko akibat dampak perubahan iklim dan
bencana, UNDP BNPB menawarkan kerjasama kepada pemerintah Kota
Makassar, dan diterima langsung oleh Walikota Makassar, Moh Ramdan
Pomanto. Sabtu (27/9/2014).
National Project Manager, Ir. Siti Agustini, mengungkapkan hal ini penting dikarenakan Makassar termasuk dalam indeks resiko tinggi rawan
bencana,
“Diharapkan dengan adanya kerjasama ini, mampu menyediakan indikator kerentanan iklim wilayah perkotaan, kajian kerentanan iklim, dan rencana pengelolaan resiko iklim, sehingga resiko bencana dapat
diminimalisir,” ujarnya.
Dikatakan, Dengan adanya penguatan perencanaan kota, diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang lebih aman melalui pengurangan resiko bencana, berupa
penyusunan kebijakan, kerangka legal dan peraturan pengurangan risiko
bencana, system institusi yang mendukung desentralisasi pengurangan
risiko bencana, dan terintegrasi dalam pembangunan daerah,
Hal ini diapresiasi positif oleh walikota Makassar, “Pelatihan ini selain sebagai bekal bagi masyarakat, dan juga sesuai dengan visi pembangunan kota Makassar, agar tetap aman dan nyaman bagi semua,”ungkapnya
Hal senada pun dituturkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Makassar, Ismunandar, dengan keberadaan UNDP menjadi hal positif bagi Kota Makassar untuk mensupport kegiatan mitigasi, adaptasi, dan sonasi.
“Dimana mitasi ini salah satu program yang terkait dengan visi
Walikota untuk mewujudkan water front city,” tandasnya
Selain Makassar, wilayah lainnya yang juga mendapatkan bantuan kerjasama yakni Kupang dan Kendari.(sak)
