NTT – Gerakan Pembebasan Mahasiswa (GPM) Indonesia mendesak Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiedes Laka Lena, untuk segera turun tangan menyelesaikan konflik sosial yang memanas di wilayah perbatasan Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur.
Ketua Umum GPM, Sugianto, dalam rilis tertulis yang diterima media menegaskan, Gubernur harus bersikap cepat dan responsif karena konflik tersebut telah meningkat menjadi bentrokan terbuka yang melibatkan senjata tajam. “Peristiwa berdarah ini harus segera direspons oleh Bapak Gubernur. Jangan menunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tegasnya.
Berdasarkan hasil investigasi GPM, Sugianto mengungkapkan bahwa akar masalah bukan semata persoalan tapal batas, melainkan perebutan lahan dan sumber daya alam yang memicu perbedaan pandangan di antara kedua kelompok masyarakat. Menurutnya, perbedaan ini terus dibiarkan sehingga memicu ketegangan berkepanjangan.
Atas kondisi tersebut, GPM menilai Gubernur NTT harus hadir langsung di lapangan sebagai mediator independen. Kehadiran ini penting untuk mendengar aspirasi kedua belah pihak dan merumuskan solusi final yang dapat diterima bersama. “Jangan hanya menonton dari balik meja kerja, Pak. Hadir dan dengarkan langsung jeritan rakyat di perbatasan,” pungkas Sugianto.

