Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, Agustus 22
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»DAERAH»Rangkong dan Lontar Terancam: Mahasiswa Unhas Dorong Aksi Konservasi
DAERAH

Rangkong dan Lontar Terancam: Mahasiswa Unhas Dorong Aksi Konservasi

Indotim NewsBy Indotim NewsMei 24, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

MAKASSAR– Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Pandu Alam Lingkungan (P.A.L) menyerukan pelestarian burung rangkong dan pohon lontar sebagai flora dan fauna identitas Sulawesi Selatan .

Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati 2026 dengan tema “Flora dan Fauna Identitas Sulawesi Selatan” yang disiarkan melalui INSANIA FM RADIO NETWORK.

Nusyahri Ramadhani, anggota Badan Keilmuan angkatan 2024 Program Studi Kehutanan, dan Agies, anggota Bidang Kepetualangan angkatan 2024 Program Studi Konservasi Hutan memaparkan kondisi keanekaragaman hayati lokal yang terancam oleh kerusakan habitat, eksploitasi sumber daya, dan rendahnya kesadaran publik.

Nusyahri menjelaskan bahwa burung rangkong berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis melalui penyebaran biji, sehingga mendorong regenerasi alam secara alami.

“Kehilangan rangkong berarti terganggunya proses regenerasi hutan yang pada gilirannya mempengaruhi seluruh komponen ekosistem,” ujarnya.

Sementara itu, Agies menyoroti peran pohon lontar sebagai flora khas Sulawesi Selatan yang memiliki manfaat ekologis, ekonomis, dan kultural. Ia menyebutkan pemanfaatan daun, batang, dan buah lontar dalam kehidupan sehari-hari serta fungsi pohon ini sebagai penahan erosi dan penyimpan air.

“Lontar bukan hanya sumber mata pencaharian tetapi juga bagian dari warisan budaya masyarakat,” kata Agies Jumat (22/5).

Keduanya mengajak generasi muda dan masyarakat luas untuk berperan aktif melalui langkah sederhana: menjaga kebersihan lingkungan, tidak merusak habitat, menolak perburuan liar, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta berpartisipasi dalam penghijauan dan program konservasi.

Pesan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif agar upaya pelestarian berjalan berkelanjutan.

P.A.L menekankan bahwa aksi konservasi harus melibatkan edukasi dan kerja sama lintas pihak mahasiswa, komunitas lokal, pemerintah daerah, dan lembaga konservasi untuk mencegah penurunan populasi rangkong dan hilangnya habitat lontar.

Jika ancaman seperti pembukaan lahan berlebihan dan perburuan tidak ditangani, identitas hayati Sulawesi Selatan berisiko mengalami erosi.

Mahasiswa berharap pesan konservasi dapat menjangkau khalayak lebih luas dan menginspirasi tindakan nyata di tingkat komunitas.

“Merawat flora dan fauna lokal berarti menjaga identitas dan masa depan masyarakat Sulawesi Selatan,” tutup Nusyahri. (*)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekatan

Agustus 18, 2026

KOLOM: Percepatan RUU Perampasan Aset, Partisipasi Publik Vs Tekanan Politik? 

Agustus 18, 2026

Aktivis Desak Klarifikasi Setelah Korwil SPPG Pinrang Diduga Jabat Kepala Dapur Sidrap

Agustus 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Peringati HUT RI ke-81, 263 Warga Binaan Lapas Perempuan Sungguminasa Terima Remisi Kemerdekaan

Agustus 20, 2026

GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekatan

Agustus 18, 2026

APAK dan GRH Desak IAS Ambil Sikap Tegas Demi Menjaga Marwah Partai Golkar dan Kepercayaan Publik

Agustus 18, 2026

KOLOM: Percepatan RUU Perampasan Aset, Partisipasi Publik Vs Tekanan Politik? 

Agustus 18, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Kapan Pembangunan Pertanian di Camba Bisa Tersentuh Pemkab Maros ?

Agustus 2, 2014
Berita Terbaru
  • Peringati HUT RI ke-81, 263 Warga Binaan Lapas Perempuan Sungguminasa Terima Remisi Kemerdekaan
  • GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekatan
  • APAK dan GRH Desak IAS Ambil Sikap Tegas Demi Menjaga Marwah Partai Golkar dan Kepercayaan Publik
  • KOLOM: Percepatan RUU Perampasan Aset, Partisipasi Publik Vs Tekanan Politik? 
  • Lapas Maros Ikuti Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.