Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, Mei 25
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»Berita»Korban Tewas di Hotel Makassar Diduga Dicekoki Obat, LBH MRI Bongkar Fakta Baru
Berita

Korban Tewas di Hotel Makassar Diduga Dicekoki Obat, LBH MRI Bongkar Fakta Baru

Indotim NewsBy Indotim NewsMei 25, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

 MAKASSAR – Kasus kematian tragis MH (40), wanita asal Kepulauan Selayar yang ditemukan tak bernyawa di salah satu hotel di Jalan Sungai Saddang, Kecamatan Rappocini, Makassar, terus menyita perhatian publik.

Kondisi jasad korban yang mengenaskan memicu tanda tanya besar dan dugaan kuat adanya tindak pidana serius di balik kematian tersebut.

Korban ditemukan pada Rabu (20/5/2026) di dalam kamar hotel dengan kondisi mulut dan telinga mengeluarkan darah. Tak hanya itu, tubuh korban juga dipenuhi bekas memar berwarna hijau hingga kebiruan dari bagian punggung sampai lengan, membuat keluarga syok dan terpukul.

Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Wawan Suryadinata mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara dan visum menunjukkan korban diduga meninggal dunia akibat overdosis obat anti nyeri yang diberikan oleh Erick Balthasar (40), pria yang diketahui dekat dengan korban.

“Korban diduga meninggal akibat overdosis obat anti nyeri yang diberikan oleh pelaku,” ujar AKP Wawan, Jumat (22/5/2026), seperti dikutip dari detiksulsel.

Namun, keluarga korban menilai kematian MH menyimpan banyak kejanggalan. Pasalnya, menurut orang tua dan kerabat, korban dikenal sebagai perempuan yang memiliki kemampuan bela diri dan kondisi fisik yang baik. Karena itu, keluarga sulit menerima jika korban meninggal begitu saja tanpa adanya dugaan kekerasan lain.

Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah diketahui uang tunai sebesar Rp20 juta yang dibawa korban sebelum berangkat ke Makassar dilaporkan hilang misterius.

Kuasa hukum keluarga korban dari Lembaga Bantuan Hukum Macan Rakyat Indonesia (LBH MRI), Jumadi Mansyur, SH, menegaskan pihaknya akan mengawal penuh proses hukum kasus tersebut hingga pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Kami akan mengawal kasus ini mulai dari tahap penyelidikan, rekonstruksi perkara hingga proses persidangan di pengadilan. Keluarga korban meminta keadilan ditegakkan,” tegas Jumadi.

Menurutnya, ada dugaan motif lain yang perlu diusut secara mendalam oleh aparat penegak hukum, termasuk hilangnya uang milik korban yang diduga dibawa saat meninggalkan rumah.

“Korban membawa uang tunai Rp20 juta di dalam tasnya. Tapi saat jenazah dievakuasi, uang itu tidak ditemukan. Yang tersisa di dompet korban hanya Rp8 ribu. Ini menjadi pertanyaan besar, ada apa sebenarnya?” ujar Jumadi.

LBH MRI juga menyebut kondisi keluarga korban sangat terpukul atas tragedi tersebut. Bahkan, anak korban yang masih balita kini harus kehilangan sosok ibunya secara tragis.

Sementara itu, polisi telah mengamankan Erick Balthasar di kediamannya di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Makassar. Dari informasi yang dihimpun pihak keluarga, disebutkan ada dua orang yang telah diamankan dan salah satunya diduga berprofesi sebagai dosen di Makassar.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian mampu mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian MH, termasuk kemungkinan adanya unsur kekerasan, penganiayaan, maupun dugaan motif perampasan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif utama pelaku mencekoki korban dengan obat anti nyeri hingga menyebabkan korban meninggal dunia. (*)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

Gelar Kegiatan Bakti Sosial, Lapas Perempuan Sungguminasa Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Mei 24, 2026

Jurnalis Diancam Dibunuh di Takalar, PJI Meradang!

Mei 24, 2026

Rangkong dan Lontar Terancam: Mahasiswa Unhas Dorong Aksi Konservasi

Mei 24, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Korban Tewas di Hotel Makassar Diduga Dicekoki Obat, LBH MRI Bongkar Fakta Baru

Mei 25, 2026

Gelar Kegiatan Bakti Sosial, Lapas Perempuan Sungguminasa Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Mei 24, 2026

Jurnalis Diancam Dibunuh di Takalar, PJI Meradang!

Mei 24, 2026

Rangkong dan Lontar Terancam: Mahasiswa Unhas Dorong Aksi Konservasi

Mei 24, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Korban Tewas di Hotel Makassar Diduga Dicekoki Obat, LBH MRI Bongkar Fakta Baru

Mei 25, 2026
Berita Terbaru
  • Korban Tewas di Hotel Makassar Diduga Dicekoki Obat, LBH MRI Bongkar Fakta Baru
  • Gelar Kegiatan Bakti Sosial, Lapas Perempuan Sungguminasa Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  • Jurnalis Diancam Dibunuh di Takalar, PJI Meradang!
  • Rangkong dan Lontar Terancam: Mahasiswa Unhas Dorong Aksi Konservasi
  • Uang Lunas, Tanah Hilang: Warga Gowa Laporkan Penipuan ke Polres
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.