MAKASSAR– Pencapaian target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), di wilayah Kota Makassar, khususnya area Samsat Makassar Wilayah I yang meliputi beberapa kecamatan, nampaknya dua tahun terakhir tak dicapai.
Data yang dihimpun menyebutkan pada anggaran Tahun 2021 lalu, pencapaian PKB sangatlah minim. Bahkan terhitung defisit Rp.21 Miliar dari target nilai Rp.377 Miliar.
Nah, Direktur Konsorsium Pemerhati Kebijakan Publik (KOPEK) Sulsel, Ucu Mattawang, menilai kegagalan pencapaian target PKB untuk Samsat Makassar Wilayah I, tersebut adalah pukulan berat bagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) SulSel.
“Hal ini harus menjadi perhatian bagi Kepala UPT Samsat Makassar Wilayah I yang baru berganti dari Ibu Hasi ke Pak Rajab. Apalagi pencapaian akhir dari total target 100 persen hanya tercapai di 94,21 persen,” papar mantan aktifis mahasiswa ini.
Ia juga berharap, pejabat baru UPT Samsat Makassar Wilayah I, punya tanggungjawab besar dalam pencapaian target PKB di akhir Tahun 2022.
“Ka UPT Samsat Makassar Wilayah I wajib optimis dan bersikap mampu terhadap pencapaian tersebut dengan menjalankan berbagai program pelayanan yang bisa merangsang para pemilik kendaraan bermotor di wilayahnya untuk membayar kewajiban pajaknya,” terang Ucu Mattawang.
Sementara itu, Kepala UPT Samsat Makassar Wilayah I, Rajab, yang berupaya dikonfirmasi terkait kesiapannya sebagai kepala UPT dalam pencapaian target PKB 2022, enggan memberi komentar.
Pada hal, media inipun sudah melayangkan konfirmasi via aplikasi WhatsApp di telepon selularnya, namun hingga berita ini tayang, tak memberi klarifikasi. Apakah Ka UPT Samsat Makassar Wilayah I yang baru menjabat sebulan ini, apatis? (*)
