Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, Agustus 29
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»Indotimnews»Hari Kesepuluh Pesantren Ramadhan Virtual UMI membahas “Konsep Tawadhu dalam Islam”
Indotimnews

Hari Kesepuluh Pesantren Ramadhan Virtual UMI membahas “Konsep Tawadhu dalam Islam”

admininBy admininApril 22, 2021Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

MAKASSAR– Hari Kesepuluh Pesantren Ramadhan Virtual UMI membahas “Konsep Tawadhu dalam Islam” dengan narasumber Dr.Ir.H.Asbar, M.Si (Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI). Hadir Dr.dr.Nasruddin A.Mappawere, SpOG (Wakil Dekan 1 Fak.Kedokteran UMI), Dr. Nursetiawati, M.Ag, Ph.D (Wakil Dekan IV Fak.Teknik UMI), sejumlah dosen, karyawan dan mahasiswa UMI, dipandu Host Dr.M.Ishaq Shamad dan Dr.Nurjannah Abna.

Dr.Ir.Asbar menjelaskan konsep tawadhu dalam Islam, yakni sikap merendah kepada Allah Swt, kepada para Nabi dan Rasul, Ulama, guru dan orang tua atau sikap rendah hati, tidak angkuh dan tidak sombong. Rasulullah bersabda “tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji saarh.

“Tanda orang tawadhu jika mampu menempatkan dirinya sesuai dengan kondisi misalanya jika ia diberi amanah, maka ia terima dengan ikhlash tanpa protes. Demikian pula, jika ia berada di depan guru/orang tua, maka harus bersikap rendah hati. Orang tawadhu, adalah orang yang pasrah dan meneriman kebenaran yang ditemuinya, walaupun kebenaran itu datang dari siapapun, sebagaimana pepatah Arab “lihatlah apa yang dikatakan dan jangan lihat orangnya”, jelasnya.

Dr.Nursetiawati menanyakan bagaimana sikap kit ajika ada Yunior yang baru semester 1 di S3, namun ia sudah sombong dan merendahkan orang yang sudah selesai S3. Dr.Ir.Asbar menjawab dengan mengemukakan pentingnya memiliki sifat seperti padi,

“Semakin berisi semakin menunduk. Itulah sebabnya ada orang, baru mengetahui satu ilmu, maka ia sudah sombong dengan ilmunya itu, padahal msih ada ribuan ilmu lainnya yang ia tidak ketahui. Ibarat ilmu kita, hanya setetes air disbanding air lautan yang sangat luas,” ungkapnya.

Sementara, Dr.Nasruddin menambahkan sangat penting bagi manusia untuk sujud dalam shalatnya, karena dengan sujud, kepala orang yang shalat serendah dengan kaki, dan ternyata aliran darah yang mengalir ke otak orang yang sujud itu akan lancar, sehingga akan membuat pikirannya lebih jernih.

“Dengan begitu, akan mengurangi kesombongan manusia. Kita sangat butuh peningkatan ilmu pengetahuan walaupun sudah selesai kuliah S-3, tetapi tetap kuliah lagi demi menambah ilmu, karena memang anjuran ajaran Islam untuk rajin menuntut ilmu. Oleh karena itu, banyak sekali ajaran Islam sangat sesuai dengan ilmu Kesehatan, misalnya bayi yang baru lahir ternyata bayi tersebut juga telungkup seakan ia sujud kepada Allah Swt. Demikian pula suami-istri yang telah melakukan jimak (tentu saja di malam hari di bulan Ramadhan), kemudian mandi junub, itu sangat sehat disbanding orang Barat, mereka mandi dulu baru melakukan hubungan suami istri,” terangnya.

Host, Dr.M.Ishaq Shamad menambahkan sangat penting menjadi manusia yang tawadhu, manusia yang mampu bersikap rendah hati dihadapan Allah Swt dengan rajin beribadah, terutama ibadah shalat, dan tawadhu dihadapan manusia lainnya, dengan saling menghargai dan menghormati satu sama lain, terutama dalam hal keilmuan, yang dikenal istilah “di atas langit masih ada langit. (*)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
adminin
  • Website

Related Posts

KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?

Agustus 26, 2026

Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial

Agustus 25, 2026

KOLOM: Sindikat Passobis Sidrap dan Alarm Sulsel

Agustus 24, 2026

Comments are closed.

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Petugas Lapas Perempuan Sungguminasa Ikuti Habituasi Sarana Keamanan Borgol

Agustus 29, 2026

KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?

Agustus 26, 2026

Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial

Agustus 25, 2026

Tegakkan Zero Halinar, Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel Gelar Sidak di Lapas Perempuan Sungguminasa

Agustus 25, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Kapan Pembangunan Pertanian di Camba Bisa Tersentuh Pemkab Maros ?

Agustus 2, 2014
Berita Terbaru
  • Tingkatkan Kesiapsiagaan, Petugas Lapas Perempuan Sungguminasa Ikuti Habituasi Sarana Keamanan Borgol
  • KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?
  • Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial
  • Tegakkan Zero Halinar, Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel Gelar Sidak di Lapas Perempuan Sungguminasa
  • KOLOM: Sindikat Passobis Sidrap dan Alarm Sulsel
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.