Gowa – Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa menerima kunjungan studi tiru dari Lapas Kelas IIB Maros dalam rangka memperkuat sinergi serta berbagi praktik baik dalam pelaksanaan program pembinaan, khususnya di bidang kemandirian warga binaan.
Kegiatan studi tiru ini difokuskan pada peninjauan berbagai program pembinaan kemandirian yang telah berjalan di Lapas Perempuan Sungguminasa, antara lain pembuatan roti, pembuatan tempe, penjahitan, serta jasa salon. Selain itu, rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas pendukung, seperti dapur, klinik, fasilitas ibadah, wartelsuspas, kantin, dan laundry yang menjadi bagian dari ekosistem pembinaan di dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, hadir bersama jajaran pegawai serta peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Rombongan diterima langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Yohani Widayati beserta jajaran. Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga meninjau inovasi aplikasi “Budiman”, yang merupakan sistem pengelolaan keuangan non-tunai di dalam lapas guna mencegah peredaran uang secara langsung sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Yohani Widayati, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk saling bertukar pengalaman dalam meningkatkan kualitas pembinaan.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk sinergi antarunit pelaksana teknis pemasyarakatan. Melalui studi tiru ini, diharapkan dapat memperkaya wawasan serta mendorong penguatan program pembinaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” ungkap Yohani.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, mengapresiasi berbagai program dan inovasi yang diterapkan di Lapas Perempuan Sungguminasa.
“Kami melihat banyak praktik baik, khususnya dalam pembinaan kemandirian dan pemanfaatan teknologi seperti aplikasi Budiman. Ini menjadi referensi berharga bagi kami untuk diterapkan dan dikembangkan di Lapas Maros,” ujar Ali Imran.
Salah satu peserta magang dari Kemnaker juga turut menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sangat terinspirasi dengan program kemandirian yang berjalan di sini. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri warga binaan untuk kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar lapas sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembinaan yang berorientasi pada kemandirian serta keamanan yang optimal di lingkungan pemasyarakatan. (*)

