MAKASSAR– Aliansi Mahasiswa Aktivis Bersatu berencana melakukan aksi unjuk rasa di sejumlah titik dan akan menyuarakan aspirasi mereka dengan merencanakan aksi demonstrasi besar-besaran untuk menuntut ketegasan pihak kepolisian, Hiswana Migas, dan Pertamina dalam menghentikan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan.
Kelompok mahasiswa ini menilai bahwa praktik ilegal yang melibatkan mafia BBM telah merugikan masyarakat, terutama dalam pendistribusian solar bersubsidi yang tidak tepat sasaran.
Koordinator Aliansi Aktivis Mahasiswa Bersatu, Sugiyono, Kamis (28/11) menilai, bahwa praktik ilegal yang melibatkan mafia BBM telah merugikan masyarakat, terutama dalam pendistribusian solar bersubsidi yang tidak tepat sasaran.
Dalam pernyataan resminya, Aliansi Mahasiswa Aktivis Bersatu menekankan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap rakyat kecil yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi.
“Kami akan mendesak pihak terkait untuk menangkap para pelaku mafia BBM dan melakukan investigasi mendalam terhadap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terindikasi menjual solar subsidi kepada pihak yang tidak berhak,” tegasnya.
Lanjut aktivis ini, jika terbukti bersalah, mereka meminta SPBU tersebut segera ditutup dan dikenakan sanksi tegas.
“Para mahasiswa juga menyampaikan kekhawatiran bahwa lemahnya pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi dapat menciptakan ketidakadilan sosial yang semakin besar. Mereka menuntut agar Pertamina dan Hiswana Migas memperbaiki sistem distribusi BBM, serta memastikan bahwa setiap liter solar subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.
Rencana aksi ini dijadwalkan akan berlangsung dalam waktu dekat di sejumlah titik strategis di Sulawesi Selatan.
Para mahasiswa berharap aksi mereka dapat mendorong pihak berwenang untuk segera bertindak dan memastikan keadilan dalam distribusi BBM bersubsidi.
“Kami tidak akan diam sampai mafia BBM benar-benar diberantas,” ucap Sugyono.
Ia juga menyebutkan sejumlah perusahaan yang ditengarai bermain di pusaran BBM jenis solar subsidi dan mendistribusikan ke sejumlah tambang dan pabrik.
Seperti, perusahaan pengangkut BBM jenis solar seperti, PT Wilyam, PT. Sanusi, PT Rurun, PT. Ronald Jaya Energi, PT Zoel Global Mandiri, PT. Bulukumba Berkah Mandiri dan lainnya.
“Kami menduga perusahaan perusahaan ini adalah pemain lama yang menyewa armada lain untuk menghilangkan jejak dalam menjalankan bisnis mereka,” terangnya.
Diketahui, PT Ronald Jaya Energi, perusahaan angkutan BBM solar industri yang beralamat di perumahan puri pattene permai, makassar, PT Bulukumba Berkah Mandiri beralamat Jalan Urip Sumiharjo makassar.
Demikian, PT Trio Amanah Energi, PT Citra Manunggal Energi, PT Sri Karya Sukses, PT Sulawesi Sejahtera Energi, PT Zoel Global Energi, bermain solar bersubsidi ke perusahaan nikel yang ada di kabupaten morowali, Sulawesi tengah. (*)

