Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, Agustus 29
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»HUKRIM»Disaat Subsidi BBM Solar ‘Dirampok’ Para Begundal di Sulsel. Kemana Lembaga Terkait? (Bag.39)
HUKRIM

Disaat Subsidi BBM Solar ‘Dirampok’ Para Begundal di Sulsel. Kemana Lembaga Terkait? (Bag.39)

Indotim NewsBy Indotim NewsMei 27, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

 Pemerintah Perketat Distribusi Solar Subsidi, Publik Diminta Kawal Ketat dari Ulah Mafia. Meski para begundal kuat, jangan kendor melawan untuk negara dan rakyat.

Oleh Zulkifli M

Pemerintah Indonesia pada tahun 2025 menetapkan kebijakan baru terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya besar untuk memastikan subsidi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Dalam skema terbaru ini, kuota solar subsidi ditetapkan sebesar 17,3 juta kiloliter (KL), meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya 16,94 juta KL.

Distribusi solar subsidi kini juga sudah diatur menggunakan sistem QR Code melalui aplikasi MyPertamina. Sistem ini mengharuskan pengguna BBM subsidi untuk mendaftarkan kendaraannya dan hanya dapat membeli solar subsidi dengan menunjukkan QR Code yang telah diverifikasi.

Dengan sistem ini, pemerintah ingin memastikan bahwa hanya pihak yang layak yang bisa mengakses solar subsidi. Tapi, realitanya, banyak begundal melalui pelangsir ataupun pengepul merampok hak rakyat di SPBU dengan membeli dan menampung  dengan jumlah besar  solar subsidi dana negara melalui  APBN itu.

Selain itu, pemerintah memperketat kriteria penerima solar subsidi dengan menetapkan bahwa hanya kendaraan bermesin di bawah 2.000 cc yang berhak menggunakan BBM bersubsidi.

Seharusnya, kendaraan dengan kapasitas mesin lebih dari itu dipastikan tidak bisa lagi menikmati fasilitas subsidi, yang selama ini kerap disalahgunakan untuk kendaraan bisnis dan operasional skala besar.

Skema subsidi juga tengah dirombak melalui konsep “subsidi blending”, yaitu kombinasi antara subsidi harga dan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat. Dengan skema ini, pemerintah berharap subsidi bisa lebih tepat sasaran, langsung kepada rakyat yang benar-benar membutuhkan, dan tidak lagi dikorupsi oleh jaringan distribusi yang lemah pengawasan.

Namun, di balik niat baik dan pembaruan sistem distribusi tersebut, persoalan utama yang membayangi adalah keberadaan para begundal BBM taua mafia yang menyalahgunakan solar subsidi untuk kepentingan bisnis industri dan pertambangan.

Mereka beroperasi dengan leluasa, bahkan mencuri subsidi yang jelas-jelas diperuntukkan untuk masyarakat kecil dengan odus operandi mereka termasuk memalsukan data kendaraan, membeli dalam jumlah besar secara ilegal, dan mendistribusikannya ke sektor yang seharusnya menggunakan BBM non-subsidi.

Di Sulawesi Selatan, fenomena ini menjadi rahasia umum yang memprihatinkan. Sampai saat ini, belum ada pengungkapan besar terkait praktik penyelewengan BBM solar subsidi, meskipun laporan dan desas-desus terus bermunculan, semuanya dibuat hampa.oleh oknum-oknum penikmat .

Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar: siapa yang melindungi para mafia BBM tersebut?

Disayangkan, penegakan hukum terkesan tumpul. Aparat penegak hukum (APH) seolah menutup mata terhadap penyimpangan ini. Padahal, pencurian subsidi BBM adalah kejahatan luar biasa, karena merampas hak rakyat dan menyalahgunakan dana negara.

Ketika pengawasan longgar dan penegakan hukum tidak berjalan, maka mafia akan terus tumbuh subur dengan sokongan kekuatan besar di belakang layar.

Publik perlu mengambil peran aktif dalam mengawal kebijakan ini. Masyarakat, organisasi sipil, jurnalis, dan aktivis perlu memantau titik-titik distribusi BBM subsidi, melaporkan kecurangan, dan mendesak transparansi.

Jangan sampai kebijakan yang sudah baik ini gagal karena lemahnya pengawasan dan keberanian menghadapi para perampok anggaran negara.

Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum yang bersih, serta masyarakat sipil yang kritis untuk membersihkan jalur distribusi BBM subsidi dari cengkeraman mafia.

Tanpa itu, subsidi akan terus menguap ke tangan para pengusaha nakal yang tidak punya empati terhadap rakyat kecil yang kesulitan mengakses BBM untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

BBM subsidi adalah hak rakyat. Melindunginya adalah kewajiban bersama. Jika negara sungguh ingin berpihak pada keadilan sosial, maka para begundal solar subsidi harus segera diseret ke pengadilan, dipublikasikan, dan diputus mata rantainya sampai ke akar. (Bersambung)

 

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?

Agustus 26, 2026

Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial

Agustus 25, 2026

KOLOM: Sindikat Passobis Sidrap dan Alarm Sulsel

Agustus 24, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?

Agustus 26, 2026

Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial

Agustus 25, 2026

Tegakkan Zero Halinar, Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel Gelar Sidak di Lapas Perempuan Sungguminasa

Agustus 25, 2026

KOLOM: Sindikat Passobis Sidrap dan Alarm Sulsel

Agustus 24, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Kapan Pembangunan Pertanian di Camba Bisa Tersentuh Pemkab Maros ?

Agustus 2, 2014
Berita Terbaru
  • KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?
  • Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial
  • Tegakkan Zero Halinar, Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel Gelar Sidak di Lapas Perempuan Sungguminasa
  • KOLOM: Sindikat Passobis Sidrap dan Alarm Sulsel
  • Lagi, Warga Gowa Desak Bupati Mundur
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.